greenberggrossllp.com

YPPH Depok

HIDA Water Naik Kelas, Universitas Sahid Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren Hidayatullah Depok

Depok — Semangat membangun kemandirian ekonomi pesantren terus dikembangkan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Salah satunya melalui penguatan HIDA Water, unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang tidak hanya diarahkan sebagai unit bisnis pesantren, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.

Pengembangan HIDA Water mendapat penguatan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sahid yang mendampingi pengelola pesantren dan para santri dalam penguatan teknologi produksi, manajemen usaha, pengendalian mutu, hingga pemasaran digital. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjadikan unit usaha pesantren semakin profesional, mandiri, dan berdaya saing.

HIDA Water sendiri mulai beroperasi pada 2024 sebagai bagian dari pengembangan unit usaha produktif Pondok Pesantren Hidayatullah Depok. Selain memenuhi kebutuhan air minum bagi santri dan masyarakat sekitar, usaha ini dikembangkan dengan perhatian pada kualitas produk, pemanfaatan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Evaluasi hingga Penguatan Teknologi Produksi

Pendampingan Universitas Sahid dimulai melalui Focus Group Discussion (FGD) pada 20 Juni 2026 untuk memetakan kebutuhan dan menentukan prioritas pengembangan HIDA Water. Dari proses tersebut, sejumlah aspek kemudian menjadi fokus penguatan, mulai dari keamanan pangan, manajemen keuangan, pemasaran digital, pengemasan, hingga pengendalian mutu. (https://rm.id/)

Pelatihan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dilaksanakan pada 1 Juli 2026 dan diikuti 20 peserta. Materinya mencakup kebersihan diri, sanitasi, kebersihan peralatan, serta pengendalian proses produksi. Selanjutnya, pada 7 Juli 2026, peserta mendapatkan pelatihan manajemen keuangan yang mencakup pencatatan transaksi, arus kas, dan biaya produksi, dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital dan praktik pembuatan akun media sosial. 

Penguatan sarana produksi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan alat pengemasan pada 12 Agustus 2026. Kehadiran alat tersebut diharapkan dapat mengurangi proses manual, meningkatkan efisiensi produksi, serta menghasilkan kemasan yang lebih rapi dan konsisten. 

HIDA Water, Laboratorium Kewirausahaan Santri

Yang menarik, pengembangan HIDA Water tidak berhenti pada target peningkatan penjualan. Bagi Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, unit usaha ini juga menjadi laboratorium pembelajaran kewirausahaan bagi para santri.

Santri dilibatkan dalam berbagai tahapan, mulai dari proses produksi, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran. Dengan demikian, pembelajaran tentang bisnis tidak hanya diperoleh melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman nyata mengelola sebuah usaha. 

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian generasi. Santri tidak hanya diarahkan menjadi pribadi yang memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga dibekali keberanian untuk berwirausaha, memahami pengelolaan usaha, serta mampu melihat peluang ekonomi di tengah masyarakat.

Kolaborasi Kampus dan Pesantren Perkuat Ekosistem Usaha

Program yang dilakukan Universitas Sahid juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam mengembangkan potensi ekonomi umat.

Tim Universitas Sahid yang dipimpin Dedy Wahyudi, bersama Diny A. Sandrasari dan Findy R. Muhammad, bekerja bersama pengelola HIDA Water yang dipimpin Gani Alfianto selaku Ketua Business Development Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, serta para santri dalam berbagai tahapan pengembangan usaha. (https://rm.id/)

Diny A. Sandrasari menilai fondasi usaha HIDA Water sebenarnya sudah cukup kuat dan memiliki peluang untuk berkembang menjadi unit usaha yang lebih mandiri dan kompetitif.

“Diperlukan sentuhan teknologi yang tepat, khususnya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengemasan. Teknologi yang kami hadirkan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mitra dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya. 

Dari Unit Usaha Menjadi Jalan Kemandirian Pesantren

Penguatan HIDA Water menjadi bagian dari visi yang lebih besar, yakni membangun kemandirian ekonomi pesantren agar lembaga memiliki kemampuan untuk terus berkembang dan memperluas manfaat bagi umat.

Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang melibatkan santri secara langsung. Di sinilah nilai pendidikan dan kemandirian bertemu: santri belajar mengelola usaha sekaligus memahami bahwa ilmu yang diperoleh harus mampu melahirkan kebermanfaatan.

Melalui sinergi dengan Universitas Sahid, Hidayatullah Depok berharap HIDA Water dapat terus berkembang menjadi unit usaha yang semakin profesional sekaligus menjadi tempat tumbuhnya keterampilan, pengalaman, dan kemandirian ekonomi santri.

Pada akhirnya, HIDA Water bukan sekadar air minum yang diproduksi pesantren. Ia merupakan bagian dari ikhtiar Hidayatullah Depok membangun generasi yang mampu belajar, berkarya, berwirausaha, dan turut memperkuat ekonomi umat. 

Rep: Markom Unsahid/Makhfudz/HD Media
Editor: Tim Humas YPPH Depok