greenberggrossllp.com

YPPH Depok

Ust. Farhan Siswanto: Pendidikan Anak Tidak Bisa Diserahkan kepada Sekolah Saja

Depok – Keberhasilan pendidikan seorang anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau pesantren. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan masjid agar anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan oleh Ust. Farhan Siswanto, M.Pd., Kepala Departemen Dikdasmen DPP Hidayatullah, saat menjadi narasumber dalam Orientasi Wali Murid Pendidikan Integral Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di Masjid Ummul Quraa, Ahad (12/7/2026).

Di hadapan ratusan wali murid, beliau mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata diserahkan kepada guru atau pesantren.

Empat Pilar Pendidikan Harus Berjalan Bersama

Dalam pemaparannya, Ust. Farhan menjelaskan bahwa keberhasilan membentuk karakter anak sangat dipengaruhi oleh empat lingkungan utama yang saling melengkapi.

"Pendidikan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah atau pesantren. Ada empat pusat pendidikan, yaitu orang tua, sekolah atau pesantren, masyarakat, dan masjid. Keempatnya harus bersinergi agar anak tumbuh dengan fondasi tauhid yang kuat, akhlak mulia, dan kemandirian yang tinggi," jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa sekolah memiliki waktu yang terbatas bersama peserta didik, sedangkan keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama. Oleh karena itu, keselarasan visi antara orang tua dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak.

Menurutnya, ketika nilai-nilai yang diajarkan di rumah sejalan dengan pendidikan di sekolah dan diperkuat oleh lingkungan masyarakat serta masjid, maka proses pembentukan kepribadian anak akan berlangsung lebih optimal.

Orang Tua Adalah Mitra Utama Pendidikan

Lebih lanjut, Ust. Farhan mengingatkan bahwa pesantren tidak pernah memandang orang tua hanya sebagai pihak yang menitipkan anak. Sebaliknya, orang tua adalah mitra strategis dalam proses pendidikan.

Karena itulah, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok terus menghadirkan berbagai program pembinaan bagi wali murid agar mereka turut bertumbuh bersama anak-anaknya.

"Kami siap mendampingi orang tua melalui berbagai program pembinaan seperti tahsin, tafsir, tahfiz, hingga parenting. Jangan hanya menyerahkan anak sepenuhnya kepada sekolah, tetapi mari kita dampingi bersama proses pendidikannya," ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa pembinaan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid. Ketika orang tua terus belajar dan memperbaiki diri, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh anak-anak di rumah.

Pendidikan Integral Membangun Manusia Seutuhnya

Menurut Ust. Farhan, tujuan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid bukan sekadar mencetak peserta didik yang unggul dalam bidang akademik, tetapi juga membangun manusia yang utuh.

"Pendidikan integral berbasis tauhid bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, memiliki akhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ungkapnya.

Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui nilai rapor atau prestasi perlombaan. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan pribadi yang memiliki keimanan kokoh, karakter yang baik, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus memberikan manfaat bagi umat.

Komitmen Bersama Melahirkan Generasi Rabbani

Di penghujung materinya, Ust. Farhan mengajak seluruh wali murid untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendidik anak-anak.

Menurutnya, sebesar apa pun kualitas sekolah, hasilnya tidak akan maksimal tanpa keterlibatan aktif orang tua di rumah.

"Mari kita isi komitmen bersama. Orang tua memiliki peran yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Dengan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan masjid, insya Allah kita akan melahirkan generasi rabbani yang siap menjalani kehidupannya dengan penuh keberkahan," tutupnya.

Melalui Orientasi Wali Murid ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok kembali menegaskan bahwa pendidikan adalah proses kolaboratif yang melibatkan seluruh elemen. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam tauhid, mulia akhlaknya, mandiri, dan siap menjadi pemimpin peradaban di masa depan.

Rep: Makhfudz/HD Media
Editor: Tim Humas YPPH Depok