Kontingen Hidayatullah Depok Ikuti Islamic Scout Camp Jawa Barat, Asah Ketangkasan dan Kepemimpinan Santri

Depok — Kontingen SD, SMP-MA Putra dan SMP-MA Putri Hidayatullah Depok mengikuti Islamic Scout Camp of Hidayatullah Jawa Barat yang digelar di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, Jawa Barat, pada 21–23 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 10–12 Jumadil Ula 1448 H./21–23 Oktober 2026 ini menjadi salah satu ajang bagi para peserta didik untuk memperluas pengalaman, menjalin silaturahmi dengan pelajar Hidayatullah dari berbagai daerah di Jawa Barat, sekaligus mengasah ketangkasan dan kemampuan kepemimpinan.

Kontingen Hidayatullah Depok terdiri dari peserta didik jenjang SD, SMP-MA Putra, dan SMP-MA Putri. Dari jenjang SD terdapat 5 kelompok/fiah, sementara jenjang SMP-MA Putra mengirimkan 2 fiah dan SMP-MA Putri 1 fiah.

Kegiatan perkemahan tersebut menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari lingkungan sekolah. Para peserta mengikuti berbagai aktivitas kepanduan, permainan, tantangan, serta kegiatan yang mendorong kerja sama dan kemandirian.

Belajar di Alam, Bertumbuh Bersama

Islamic Scout Camp menjadi ruang bagi para peserta untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas.

Berada di lingkungan perkemahan, peserta dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, bekerja sama dengan anggota kelompok, serta menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Peserta tidak hanya belajar tentang keterampilan kepanduan, tetapi juga dilatih untuk membangun komunikasi, mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap kelompok, dan berani menghadapi tantangan.

Kegiatan bersama juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertemu dan berinteraksi dengan peserta didik Hidayatullah dari daerah lain.

Dari pertemuan tersebut, terjalin silaturahmi dan persahabatan baru yang menjadi salah satu pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan.

Melatih Ketangkasan dan Kepemimpinan

Salah satu tujuan keikutsertaan kontingen Hidayatullah Depok dalam kegiatan ini adalah memberikan pengalaman kepada peserta untuk melatih ketangkasan dan kepemimpinan.

Dalam kegiatan kepanduan, peserta tidak hanya dituntut mampu mengikuti instruksi, tetapi juga belajar bagaimana bekerja sebagai sebuah tim.

Setiap tantangan membutuhkan kekompakan, komunikasi dan keberanian untuk mencoba. Hal tersebut menjadi pengalaman langsung yang dapat membantu peserta memahami bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kemampuan bekerja sama.

Bagi peserta didik yang lebih senior, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk belajar mengambil peran dan menjadi contoh bagi anggota kelompok lainnya.

Seru, Banyak Teman dan Pengalaman Baru

Antusiasme peserta terlihat dari pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kegiatan.

Alfath, salah satu murid MA Hidayatullah Depok, mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama mengikuti Islamic Scout Camp.

“Kegiatannya seru banget, kita bisa punya banyak teman baru, pengalaman baru dan seru juga kegiatannya,” tutur Alfath.

Menurutnya, kegiatan perkemahan memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan banyak peserta lainnya sekaligus mendapatkan pengalaman yang berbeda dari aktivitas sehari-hari di sekolah.

Hal serupa disampaikan Aryan, murid kelas 5 SD Integral Hidayatullah Depok. Ia mengaku senang mengikuti berbagai tantangan dan permainan yang ada selama kegiatan.

“Kegiatannya seru, banyak tantangan dan games-gamesnya, banyak pengalaman baru juga sama teman-teman,” ujar Aryan.

Bagi Aryan, berbagai permainan dan tantangan menjadi pengalaman tersendiri yang membuat kegiatan perkemahan terasa menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman baru bersama teman-temannya.

Pendamping: Bukan Sekadar Bermain dan Berkemah

Pendamping kegiatan, Ust. Chandra, menilai bahwa Islamic Scout Camp memiliki nilai pendidikan yang penting bagi peserta didik.

Menurutnya, kegiatan di alam terbuka memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar secara langsung melalui pengalaman. Mereka belajar bekerja sama, menghadapi tantangan, mengatur diri, sekaligus membangun keberanian.

“Kegiatan ini bukan sekadar berkemah atau mengikuti permainan. Di dalamnya ada proses pembelajaran yang sangat baik bagi anak-anak. Mereka belajar bagaimana bekerja sama, menghadapi tantangan, mandiri, dan membangun kepemimpinan.”

Ia berharap pengalaman selama mengikuti kegiatan dapat menjadi bekal bagi peserta ketika kembali ke lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap anak-anak bisa membawa pulang bukan hanya cerita tentang keseruan kegiatan, tetapi juga nilai-nilai yang mereka dapatkan selama di sini. Semoga pengalaman ini membuat mereka semakin percaya diri, lebih bertanggung jawab dan mampu bekerja sama dengan teman-temannya.”

Kepala Sekolah: Pengalaman yang Membentuk Karakter

Sementara itu, Kepala SD Integral Hidayatullah Depok, Ust. Abdurrahman Hakim, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan kepanduan menjadi salah satu sarana penting dalam membangun karakter peserta didik.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman di luar kelas juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar menghadapi situasi nyata.

“Kami berharap keikutsertaan anak-anak dalam Islamic Scout Camp ini menjadi pengalaman yang berharga. Mereka tidak hanya belajar tentang kepanduan, tetapi juga belajar tentang kemandirian, kedisiplinan, kerja sama dan kepemimpinan.”

Ia juga menekankan pentingnya silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan tersebut.

“Bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah memberikan pengalaman sosial yang sangat baik bagi anak-anak. Mereka belajar mengenal perbedaan, membangun persahabatan dan bekerja bersama untuk menyelesaikan berbagai tantangan.”

Menurutnya, pengalaman seperti ini diharapkan dapat melengkapi proses pendidikan yang diterima peserta didik di sekolah.

Membawa Pulang Pengalaman dan Nilai Kebaikan

Keikutsertaan kontingen Hidayatullah Depok dalam Islamic Scout Camp of Hidayatullah Jawa Barat menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

Selama tiga hari kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar di alam terbuka, berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah, mengikuti tantangan dan permainan, serta membangun kekompakan bersama kelompok.

Lebih dari sekadar kegiatan perkemahan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian, kemandirian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan.

Bagi para peserta, kegiatan ini mungkin akan dikenang sebagai pengalaman yang menyenangkan. Namun di balik keseruan tersebut, terdapat proses pembelajaran yang diharapkan menjadi bekal dalam perjalanan mereka sebagai generasi yang tangguh, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.

Rep: Makhfudz/HD Media
Editor: Tim Humas YPPH Depok