Santri MA Hidayatullah Depok Tampil Percaya Diri di Ajang FLS3N Tingkat Kota Depok
Depok, Semangat berkarya dan berkompetisi kembali ditunjukkan oleh para santri Madrasah Aliyah Hidayatullah Depok. Dua siswa terbaiknya turut ambil bagian dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA sederajat yang digelar di SMAN 4 Depok. 25/02/2026
Kegiatan ini merupakan tahap awal seleksi tingkat Kota Depok. Para peserta yang berhasil lolos akan melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi hingga nasional.
MA Hidayatullah Depok mengirimkan dua perwakilan, yakni Merchyvano Ihsan N. pada cabang lomba jurnalistik dan Pandhu Satria Surachman pada lomba cerpen. Keduanya merupakan santri kelas X yang tampil penuh percaya diri di tengah persaingan ketat.
Tercatat, lomba jurnalistik diikuti oleh 23 peserta, sementara lomba cerpen diikuti oleh 44 peserta dari berbagai sekolah se-Kota Depok.
Dalam lomba cerpen, Pandhu mengangkat karya bertema “Hidup Itu Tidak Sesempit Daun Kelor”. Cerita tersebut mengisahkan perjalanan batin seorang kurir yang sempat putus asa hingga berniat mengakhiri hidupnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang kakek tunanetra yang bijak. Dari nasihat sederhana namun menyentuh, sang kurir perlahan tersadar, bangkit dari keterpurukan, dan memilih menjalani hidup dengan penuh harapan serta rasa syukur.
Pandhu mengungkapkan bahwa karyanya tidak lahir secara instan.
“Cerpen ini melalui proses yang cukup panjang. Saya menyusun beberapa draft yang kemudian direvisi berulang kali bersama Ust. Mustain dan Ust. Musa. Setelah itu, dilakukan penyempurnaan akhir oleh Ust. Azhar hingga menjadi karya yang siap dilombakan,” ujarnya.
Sementara itu, Merchyvano tampil dengan karya jurnalistik bergaya storytelling bertema “Membentuk Karakter Melalui Seni”. Ia mengangkat kisah perjalanan grup hadroh Southul Harakah di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, dari awal yang penuh keterbatasan hingga mampu berkembang menjadi kelompok yang solid dan harmonis, menyatukan nada dalam balutan semangat kebersamaan.
Merchyvano menyampaikan kesannya,
“Saya ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya soal penampilan, tapi juga proses pembentukan karakter. Perjalanan hadroh ini mengajarkan tentang kerja sama, kesabaran, dan konsistensi. Naskah ini juga melalui banyak revisi bersama Ust. Imam Nawawi, Ust. Azhar, dan dewan guru lainnya hingga akhirnya menjadi karya yang matang.”
Pendamping lomba, Ust. Indra Azhar, turut mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme para peserta.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari anak-anak dalam mengikuti lomba ini. Mereka tidak hanya tampil, tetapi benar-benar menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh. Harapannya, kerja keras ini dapat membuahkan hasil terbaik dan membawa kebanggaan bagi sekolah,” ungkapnya.
Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa santri MA Hidayatullah Depok tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berkompetisi dalam bidang seni dan literasi. Kini, harapan besar tertuju pada langkah mereka selanjutnya untuk bisa melaju ke tingkat yang lebih tinggi dan mengharumkan nama sekolah.
EM/HD Media