slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
slot gacor
YPPH Depok

Daurah Marhalah Ula STIE Hidayatullah Depok: Konsep “Tartil” Jadi Kunci Kepemimpinan Strategis Mahasiswa

Depok, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok kembali menggelar kegiatan pembinaan mahasiswa melalui Daurah Marhalah Ula (DMU) yang diikuti oleh mahasiswa semester dua, pada Sabtu, 25/04/2026, di Gedung STIE Hidayatullah Depok.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter, pola pikir, serta kepemimpinan mahasiswa sejak dini. Salah satu sesi utama dalam daurah ini menghadirkan Direktur lembaga studi Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect), Imam Nawawi, yang membawakan materi inspiratif tentang konsep “tartil” dalam perspektif manajemen strategik.

Konsep “Tartil” dalam Kepemimpinan Modern

Dalam pemaparannya, Imam Nawawi menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual, tetapi juga memiliki dimensi metodologis yang sangat relevan dalam kehidupan modern termasuk dalam dunia pendidikan, organisasi, hingga bisnis.

Ia mengangkat Surah Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir sebagai landasan dalam memahami proses pembentukan kepemimpinan Rasulullah ﷺ yang bertahap, terukur, dan penuh kesiapan.

Menurutnya, perintah “warattilil qur’ana tartila” tidak hanya dimaknai sebagai membaca Al-Qur’an secara perlahan, tetapi juga mengandung prinsip mendalam dalam pengambilan keputusan.

Tartil bisa menjadi dasar dalam membangun cara pandang hidup, termasuk dalam mengambil keputusan strategis. Ia mengajarkan ketenangan, ketelitian, dan kedalaman dalam memahami realitas,” jelasnya di hadapan para peserta.

Relevansi di Era Digital

Lebih lanjut, Imam Nawawi menyoroti tantangan besar di era digital saat ini, di mana arus informasi bergerak sangat cepat, namun sering kali tidak diiringi dengan proses verifikasi yang matang.

Ia menegaskan bahwa budaya instan berpotensi melahirkan kesimpulan yang keliru, konflik sosial, hingga penyebaran informasi yang tidak valid.

Tartil mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa, baik dalam membaca ayat maupun dalam menyikapi realitas kehidupan. Ini sangat penting di tengah derasnya arus informasi saat ini,” tambahnya.

Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Dalam forum tersebut, mahasiswa diingatkan akan peran strategis mereka sebagai agen perubahan. Kemampuan mengakses informasi dengan cepat harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, memilah fakta, serta mengambil keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pendekatan tartil ini, menurutnya, akan melahirkan karakter pemimpin yang rasional, disiplin, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Integrasi Nilai Spiritual dan Manajemen

Daurah Marhalah Ula ini juga menegaskan bahwa nilai spiritual dan ilmu manajemen bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling melengkapi. Integrasi keduanya diyakini mampu mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta yang mengikuti setiap sesi dengan serius dan interaktif. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa STIE Hidayatullah Depok mampu menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan berbasis Al-Qur’an dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Dengan semangat pembinaan yang berkelanjutan, STIE Hidayatullah Depok terus berkomitmen mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

EM/HD Media