greenberggrossllp.com

YPPH Depok

Ratusan Wali Murid Ikuti Orientasi Pendidikan Integral Hidayatullah Depok, Siap Bersinergi Mendidik Anak

Depok – Sebanyak sekitar 400 wali murid dari jenjang PAUD hingga Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Orientasi Wali Murid Pendidikan Integral Hidayatullah Depok Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di Masjid Ummul Quraa, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ahad (12/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi antara orang tua dan sekolah dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, serta berlandaskan nilai-nilai tauhid.

Mengusung semangat "Bersama Mendampingi Anak Siap Menjalani Kehidupannya", kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep Pendidikan Integral Berbasis Tauhid, mempererat sinergi antara orang tua dengan lembaga pendidikan, sekaligus membekali wali murid dengan wawasan parenting Islami di tengah tantangan perkembangan zaman.

Orientasi berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, pemaparan sistem pendidikan integral berbasis tauhid, kajian parenting oleh psikolog, dan sesi tanya jawab, hingga doa bersama. Suasana Masjid Ummul Quraa dipenuhi semangat para wali murid yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian.

Ketua YPPH Depok: Pendidikan Anak Adalah Amanah Orang Tua dan Sekolah

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ust. M. Ali Busyro, M.M., mengingatkan bahwa pendidikan anak merupakan amanah besar yang tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah semata.

"Ayat yang kita dengarkan tadi mengingatkan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan kewajiban setiap orang tua untuk menjaga dirinya dan keluarganya dari api neraka. Anak adalah investasi terbaik, bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir hingga akhirat," ungkap beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah Depok berkomitmen menjadi mitra bagi para orang tua dalam menghadirkan pendidikan yang menyeluruh, yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, karakter, dan kecintaan kepada Al-Qur'an.

Empat Pilar Pendidikan Harus Berjalan Bersama

Ust. Farhan Siswanto, M.Pd., selaku Kepala Departemen Dikdasmen DPP Hidayatullah, menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi seluruh elemen pendidikan.

"Pendidikan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah atau pesantren. Ada empat pusat pendidikan yang harus berjalan bersama, yaitu keluarga, sekolah atau pesantren, masyarakat, dan masjid. Keempatnya harus bersinergi dalam membentuk karakter anak," jelasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa Hidayatullah terus menghadirkan berbagai program pembinaan bagi orang tua, seperti tahsin, tahfiz, tafsir, hingga parenting, agar proses pendidikan di rumah selaras dengan pendidikan di sekolah.

Psikolog: Orang Tua Harus Menjaga Fitrah Anak di Era Digital

Pada sesi parenting, Ust. Muhammad Iqbal, Ph.D., yang juga seorang psikolog, mengajak para orang tua untuk semakin sadar akan tantangan mendidik anak di era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan besar jika tidak disikapi dengan bijak.

"Di era digital saat ini, anak-anak kita lebih fasih menggunakan gadget daripada membaca Al-Qur'an. Tugas kita sebagai orang tua adalah menjaga fitrah mereka agar tetap mengenal Allah dan tumbuh dengan nilai-nilai Islam yang kuat," jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa pendidikan pesantren bertujuan mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang mampu beradaptasi disetiap bidang, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Tugas orang tua juga salah satunya membuat mental anak kita jadi kuat, agar dia menjadi pribadi yang matang dan tahan banting, biarkan mereka mengikuti olahraga, berorganisasi, masukkan ke pesantren sehingga anak juga kuat secara spiritual, bermoral, serta siap menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi umat," tambahnya.

Wali Murid: Materinya Sangat Dibutuhkan Orang Tua

Materi yang disampaikan dalam orientasi mendapatkan apresiasi dari para wali murid. Mereka mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pola asuh Islami serta semakin memahami pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah.

Salah seorang wali murid, Bapak Bayu, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai penyegaran ilmu parenting.

"Dari sisi materi sangat bagus. Kita sebagai orang tua memang perlu mendapatkan penyegaran mengenai ilmu parenting dan cara mendidik anak. Meskipun selama ini kita merasa sudah mendidik anak dengan baik di rumah, belum tentu semuanya sesuai dengan ilmunya. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting agar kita dapat mendidik anak berdasarkan ilmu yang benar," tuturnya.

Hal senada disampaikan Bunda Hilmi, yang merasa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperoleh informasi terbaru mengenai program pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok.

"Alhamdulillah, melalui kegiatan ini kami bisa kembali bersilaturahmi dengan sesama wali murid. Selain itu, kami juga mendapatkan informasi terbaru mengenai program full day school dan berbagai kegiatan yang akan melibatkan orang tua. Materi parenting yang disampaikan oleh psikolog juga sangat bermanfaat sebagai bekal bagi kami dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang cemerlang, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur'an," ungkapnya.

Melalui Orientasi Wali Murid Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, Pondok Pesantren Hidayatullah Depok berharap terbangun kolaborasi yang semakin erat antara sekolah dan keluarga. Sebab, pendidikan terbaik bukan hanya lahir dari kurikulum yang baik, tetapi juga dari kesatuan visi antara guru dan orang tua dalam membimbing anak menuju pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Rep: Makhfudz/HD Media
 Editor: Tim Humas YPPH Depok