ft.unmuhjember.ac.id
YPPH Depok

KH. Abu A’la Abdullah: Spirit Ruhiyah dan Tauhid Menjadi Pondasi Perjuangan Lembaga

Kajian Kelembagaan YPPH Depok Tekankan Pentingnya Ruhiyah, Tauhid, dan Militansi Mitra Juang di Era Modern

Depok — Anggota Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Depok, KH. Abu A’la Abdullah, M.H.I., menegaskan pentingnya menjaga spirit ruhiyah dan penguatan nilai tauhid dalam menjalankan amanah perjuangan lembaga pendidikan dan dakwah. Hal tersebut beliau sampaikan dalam Kajian Kelembagaan Mitra Juang YPPH Depok yang digelar di Masjid Ummul Quraa Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jum’at (22/05/2026).

Dalam kajian yang dihadiri para mitra juang, kepala unit, guru, dan civitas lembaga tersebut, beliau mengingatkan bahwa kajian kelembagaan bukan sekadar agenda rutin bulanan, melainkan bagian dari proses penguatan ideologis, ruhiyah, dan militansi perjuangan seluruh elemen lembaga.

“Jangan menganggap kajian kelembagaan ini sebagai sesuatu yang biasa. Karena di dalamnya terdapat penguatan spirit ruhiyah dalam menjalankan amanah perjuangan. Ini sejalan dengan manhaj nabawi dalam membawa risalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari" tuturnya.

Beliau menjelaskan bahwa tantangan lembaga dakwah dan pendidikan di era modern saat ini bukan hanya persoalan administrasi dan manajemen, tetapi juga bagaimana menjaga kekuatan ruhiyah para penggeraknya agar tetap istiqamah dalam perjuangan. Menurutnya, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan sistem, tetapi juga kekuatan hati, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyoroti pentingnya implementasi Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) yang baru saja diluncurkan oleh YPPH Depok. Menurutnya, GNH bukan sekadar alat monitoring kedisiplinan pegawai, namun merupakan sarana membangun kesadaran ruhiyah seluruh civitas lembaga agar memiliki orientasi hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat.

“GNH harus mampu mentransformasikan nilai-nilai ruhiyah kepada seluruh civitas akademik dan mitra juang. Karena kita tidak hanya bekerja untuk urusan dunia semata, tetapi juga mempersiapkan kehidupan akhirat. Salah satunya dengan menjaga ibadah dan membiasakan amalan-amalan ruhiyah seperti shalat malam,” jelas beliau.

Beliau menambahkan bahwa konsep perjuangan di Hidayatullah dibangun di atas pondasi tauhid yang kuat. Karena itu, seluruh aktivitas pendidikan, dakwah, dan pembinaan harus selalu berorientasi pada penguatan keimanan kepada Allah.

“Kesadaran untuk menguatkan falsafah hidup melalui kalimat Laa ilaaha illallah harus menjadi pondasi keimanan kita. Inilah konsep dasar yang diterapkan Hidayatullah dalam membina peserta didik melalui Kurikulum Integral Berbasis Tauhid” ungkapnya.

Menurut beliau, nilai tauhid bukan hanya diajarkan dalam teori pembelajaran, tetapi harus hadir dalam budaya kerja, pola pikir, hingga sikap keseharian seluruh mitra juang. Dengan pondasi tauhid yang kuat, maka lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan akhlak.

Lebih lanjut, KH. Abu A’la Abdullah juga mengingatkan pentingnya menjaga amalan-amalan sunnah yang memiliki nilai pengorbanan tinggi, salah satunya shalat tahajud. Ia menyebut bahwa kekuatan perjuangan para dai dan pejuang Islam sejak dahulu tidak lepas dari kedekatan mereka dengan Allah melalui ibadah malam.

“Shalat tahajud adalah salah satu ibadah yang paling berat pengorbanannya karena tidak bersifat wajib. Namun justru di situlah nilai perjuangannya. Sebagai mitra juang, kita diharapkan mampu menjaga seluruh indikator GNH yang telah ditetapkan lembaga, sekaligus terus meningkatkan kompetensi dan kapabilitas diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju” pungkas beliau.

Kajian kelembagaan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusias. Para peserta tampak menyimak materi dengan serius sebagai bagian dari penguatan ruhiyah, konsolidasi perjuangan, serta penyegaran visi dakwah dan pendidikan di lingkungan YPPH Depok.

Makhfudz/HD Media