ft.unmuhjember.ac.id
YPPH Depok

Kajian Kelembagaan YPPH Depok dan Launching Aplikasi GNH Perkuat Spirit Ruhiyah serta Transformasi Digital Mitra Juang

Penguatan Ruhiyah dan Digitalisasi Jadi Fokus Pembinaan Mitra Juang YPPH Depok

Depok — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Depok kembali menggelar Kajian Kelembagaan Mitra Juang yang dirangkaikan dengan launching Aplikasi dan Buku GNH (Gerakan Nawafil Hidayatullah) pada Jum’at, 22/05/2026, bertempat di Masjid Ummul Quraa Pondok Pesantren Hidayatullah Depok.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus, pembina, kepala unit, serta para mitra juang YPPH Depok sebagai bagian dari penguatan visi perjuangan, evaluasi kelembagaan, serta transformasi sistem pembinaan berbasis digital.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Fajrin, doa oleh Ust. Ruhul Muhammad, sambutan Ketua YPPH Depok, launching aplikasi dan buku GNH, hingga kajian kelembagaan yang disampaikan langsung oleh Anggota Pembina YPPH Depok, KH. Abu A’la Abdullah, M.H.I.

Ketua YPPH Depok: Kajian Kelembagaan Jadi Sarana Evaluasi, Penguatan Visi, dan Motivasi Mitra Juang

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ust. M. Ali Busyro, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan kajian kelembagaan memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi, evaluasi, dan penguatan motivasi seluruh mitra juang dalam menjalankan amanah lembaga.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini kita kembali melaksanakan Kajian Kelembagaan yang sempat tertunda beberapa bulan terakhir. Kegiatan ini sangat penting sebagai sarana komunikasi, evaluasi, dan motivasi kita sebagai mitra juang dalam menjalankan amanah di lembaga perjuangan ini” ungkap beliau.

Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyegarkan kembali arah perjuangan dan visi lembaga agar seluruh civitas tetap berjalan dalam satu semangat dan orientasi yang sama.

“Kajian kelembagaan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kembali arah perjuangan dan visi lembaga secara rutin dan berkala. Sekaligus sebagai bentuk evaluasi dan apresiasinya terkait GNH insya Allah akan ada rewordnya, karena ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kedisiplinan dan tanggung jawab mitra juang” imbuh beliau.

Pada kesempatan tersebut, YPPH Depok juga secara resmi melaunching aplikasi GNH, sistem presensi, serta Monev Proker yang dipandu langsung oleh Kepala Bagian SDI (Sumber Daya Insani), Ust. Sulung Fatrangga, S.E., S.Pd.

Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis YPPH Depok dalam meningkatkan kedisiplinan, monitoring ibadah, tanggung jawab kerja, serta penguatan budaya kerja profesional berbasis nilai-nilai ruhiyah.

KH. Abu A’la Abdullah: Spirit Ruhiyah dan Tauhid Menjadi Pondasi Perjuangan Lembaga

Sementara itu, kajian inti disampaikan oleh Anggota Pembina YPPH Depok, KH. Abu A’la Abdullah, M.H.I., yang menekankan pentingnya menjaga spirit ruhiyah dalam menjalankan amanah perjuangan di lembaga dakwah dan pendidikan.

Jangan menganggap kajian kelembagaan ini sebagai sesuatu yang biasa. Karena di dalamnya terdapat penguatan spirit ruhiyah dalam menjalankan amanah perjuangan. Ini sejalan dengan manhaj nabawi dalam membawa risalah dakwah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari” tuturnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa konsep GNH bukan sekadar sistem administrasi, namun bagian dari upaya membangun kesadaran ruhiyah seluruh civitas lembaga agar memiliki orientasi hidup yang seimbang antara dunia dan akhirat.

“GNH harus mampu mentransformasikan nilai-nilai ruhiyah kepada seluruh civitas akademik dan mitra juang. Karena kita tidak hanya bekerja untuk urusan dunia semata, tetapi juga mempersiapkan kehidupan akhirat. Salah satunya dengan menjaga ibadah, salah satunya dengan shalat malam” jelas beliau.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa nilai tauhid menjadi pondasi utama dalam sistem pendidikan dan pembinaan di Hidayatullah.

“Kesadaran untuk menguatkan falsafah hidup melalui kalimat Laa ilaaha illallah harus menjadi pondasi keimanan kita. Inilah konsep dasar yang diterapkan Hidayatullah dalam mengajarkan ke peserta didik yang di tuangkan dalam kurikulum Integral Berbasis tauhid” ungkapnya.

Dalam tausiyahnya, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga amalan-amalan ruhiyah yang memiliki nilai pengorbanan tinggi, salah satunya shalat tahajud.

“Shalat tahajud adalah salah satu ibadah yang paling berat pengorbanannya karena tidak bersifat wajib. Namun justru di situlah nilai perjuangannya. Sebagai mitra juang, kita diharapkan mampu menjaga seluruh indikator GNH yang telah ditetapkan lembaga, sekaligus terus meningkatkan kompetensi dan kapabilitas diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju” pungkas beliau.

Kegiatan berlangsung khidmat, penuh semangat, dan diharapkan menjadi momentum penguatan budaya kerja, ruhiyah, serta soliditas seluruh mitra juang YPPH Depok dalam membangun pendidikan dan dakwah yang berkelanjutan.

Makhfudz/HD Media